Potensi Ekonomi Tersembunyi di Kampung Seni

  • Whatsapp
Penggagas Kampung Seni dan Rumah Kreatif Batam, Asep Carno dengan karya-karya lukisannya yang terpajang di rumahnya, Bida Kharisma Batam Centre, Batam, Minggu (16/8/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Kampung Seni di Perumahan Bida Kharisma Batam Centre menyimpan potensi yang bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian warga sekitar. Potensi itu belum tergarap maksimal, akibat minimnya dukungan pemerintah dan berbagai pihak untuk menjadikan kawasan itu sebagai salah satu destinasi baru dan tujuan wisatawan di Kota Batam.

Kawasan pemukiman itu terletak di RW 37 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam. Terbagi menjadi dua Rukun Tetangga (RT), 02 dan 04. Di RT 02 inilah Kampung Seni dan Rumah Kreatif berada.

Digagas oleh Asep Carno sejak setahun lalu, kini kawasan itu makin indah dengan sentuhan seni di sana-sini. Lukisan berbagai motif menghiasi rumah-rumah warga, jalan, dan gang-gang perumahan. Corak dan warnanya beraneka.

Seiring waktu, kesadaran warga untuk menjadikan Kampung Seni sebagai destinasi wisata baru makin tumbuh. Gotong royong membersihkan lingkungan digalakkan. Beberapa event digelar untuk lebih mengenalkan Kampung Seni ke masyarakat luas.

“Saya ingin Kampung Seni ini memberikan manfaat ekonomi bagi warga disini,” ujar Asep saat ditemui usai gotong royong bersama warga, Minggu (16/8/2020).

Di antara event yang pernah diadakan adalah karnaval yang memajang ratusan lukisan kanvas di kawasan perumahan Bida Kharisma pada Januari lalu. Pada Agustus ini Asep juga menggagas pameran ikan cupang yang kini lagi tren di Batam.

Pameran ini tepatnya akan dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2020. Ribuan ikan cupang akan dipamerkan dalam bazar ikan cupang untuk pertama kalinya ini di Batam.

“Kami juga mengundang berbagai komunitas ikan cupang yang ada di Batam dalam bazar ini, biar acaranya makin ramai,” kata Asep.

Urusan menuangkan kreativitas di atas kanvas, Asep memang jagonya. Di rumahnya, ratusan lukisan hasil karyanya terpajang rapi. Motifnya beragam, dari pemandangan sampai abstrak. Beberapa di antaranya sudah dibeli oleh pengunjung yang datang.

“Lukisan abstrak ini juga cocok untuk di hotel-hotel, harga bervariasi dan sangat terjangkau,” katanya.

Dari hasil karya lukisan dan event-event inilah potensi ekonomi warga mengalir. Usaha-usaha lain untuk meningkatkan kualitas ekonomi keluarga dirintis warga Bida Kharisma. Mulai dari membuat beragam souvenir seperti gantungan kunci hingga aneka kuliner untuk oleh-oleh pengunjung yang datang.

Konsep kampung warna-warni ini banyak bermunculan di sejumlah daerah di Indonesia. Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang, Jawa Timur, misalnya, kampung yang awalnya kumuh itu diubah menjadi menarik dengan cat berwarna-warni yang menghiasi tiap dinding rumah warga. Dengan dukungan pemerintah daerah setempat, Kampung Warna-Warni Jodipan berhasil menjadi salah satu tujuan para pelancong yang datang ke Kota Malang.

Selain Malang, ada juga Kampung Warna-Warni di Kampung Bulak, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Lingkungannya asri dengan pemandangan warna-warni dari beberapa rumah, sering digunakan untuk foto selfie oleh pengunjung.

Kemudian di Selir, Gresik, Jawa Timur juga ada rumah dengan cat warna-warni, juga menjadi salah satu tujuan para pelancong. Begitu juga di Kampung Bejalen dan Kalisari, Semarang, Jawa Tengah, juga memiliki destinasi wisata kampung warna-warni.

Asep mengaku masih terus berbenah untuk mengembangkan lagi Kampung Seni Batam. Targetnya, selain menjadi tujuan para pelancong yang datang ke Batam, keberadaan Kampung Seni juga menjadi sumber pendapatan ekonomi warga sekitar.

“Banyak sebenarnya pengembangan yang mau saya lakukan untuk Kampung Seni ini, hanya saja terkendala biaya. Kampung Seni ini juga masih baru, sehingga perlu waktu,” kata Asep. (zak)