Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Besarnya potensi kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir mendapat sorotan Komisi III DPRD Batam. Berdasarkan potensi, pendapatan daerah dari retribusi parkir bisa mencapai Rp50 miliar per tahun. Kenyataannya, yang masuk ke kas daerah hanya sekitar Rp3 miliar per tahun.

“Hitungan kita berdasarkan jumlah kendaraan di Batam, seharusnya PAD (pendapatan asli daerah) dari retribusi parkir mencapai Rp50 miliar per tahun. Tidak seperti selama ini yang hanya Rp3 miliar per tahun,” kata anggota Komisi III DPRD Batam, Jeffry Simanjuntak, Jumat, 9 Desember 2016.

Saat ini, DPRD Batam masih menggodok perubahan atas peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Retribusi Parkir. Dalam perubahan itu, Wali Kota Batam, Rudi mengajukan kenaikan retribusi parkir dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 untuk roda dua dan dari Rp2.000 menjadi Rp4.000 untuk roda empat.

Wacana kenaikan tarif parkir ini dikeluhkan kalangan masyarakat. Menurut Rian, warga Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Seibeduk, permintaan wali kota agar tarif parkir naik dua kali lipat itu harus ditolak. Sebab pendapatan daerah dari retribusi parkir diduga banyak digelapkan dan maraknya parkir liar di Batam.

“Pengelolaan parkir di Batam ini amburadul dan dikuasai para preman. Harusnya wali kota tertibkan dulu parkir-parkir liar yang meresahkan dan menambah beban masyarakat,” katanya.

Berbeda dengan Rian, Jeffry Simanjuntak justru menginginkan agar tidak ada lagi retribusi parkir di Batam alias digratiskan. Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam ini beralasan pendapatan dari sektor parkir yang masuk ke kas daerah tak pernah maksimal.

“Jika parkir digratiskan masih ada juru parkir yang memungut, berarti itu pungli (pungutan liar) dan masuk pidana,” tegasnya.

Ketua Pansus Perubahan Perda Parkir, Yunus Muda mengakui belum maksimalnya pendapatan daerah dari retribusi parkir. “Banyak potensi dari retribusi parkir yang bocor dan tak masuk ke kas daerah, padahal pungutannya ada,” katanya.

Ia juga mempertanyakan jumlah dan verifikasi juru parkir (jukir) di Batam. Berdasarkan laporan Pemko Batam, jumlah jukir hanya 477 orang dengan 213 titik parkir yang tersebar di 8 kecamatan.

Rinciannya, di Kecamatan Lubukbaja 93 titik (177 jukir), Batuampar 28 titik (72 jukir), Batam Kota 55 titik (147 jukir), Bengkong 6 titik (24 jukir), Batuaji 2 titik (10 jukir), Seibeduk 2 titik (7 jukir), Sagulung 3 titik (6 jukir), serta Sekupang 14 titik (34 jukir).

“Kenyataan di lapangan, titik parkir dan jukir lebih banyak dibanding yang dilaporkan Pemko Batam. Kemana uang dari titik parkir dan jukir bodong itu selama ini?” kata Yunus. (R04)