Bengkong, — Pulau Terong Kecamatan Belakangpadang Kota Batam akan ditetapkan sebagai desa vokasi. Desa vokasi merupakan bagian dari program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di desa vokasi ini. Seperti penyuluhan, pelatihan keterampilan, pendidikan bagi perempuan, pelatihan buat kue. Ini sebagai tindaklanjut GP3M. Pencanangannya nanti dipersiapkan dulu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin usai pencanangan GP3M Kota Batam di Golden Prawn, Bengkong, Rabu, 14 Desember 2016.

Batam menjadi satu dari 20 kota yang melaksanakan pencanangan GP3M di tahun 2016. Kasubdit Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Berkelanjutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kastum mengatakan pencanangan secara nasional dilaksanakan Presiden di Jepara.

“Belum seluruhnya. Tahun ini 20 kabupaten/kota. Batam yang terakhir, di penghujung tahun. Ada tiga pertimbangan dalam penentuan lokasi pencanangan yaitu di lokasi tersebut terdapat perempuan marjinal, angka putus sekolah tinggi, dan menjadi pemasok tenaga kerja wanita tinggi yang akhirnya berdampak pada trafficking atau penjualan manusia. Batam pertimbangannya adalah lokasi dengan pemasok TKI tinggi yang akhirnya berdampak pada tindak kejahatan terhadap perempuan,” terang Kastum.

Menurutnya GP3M merupakan program terobosan dari Kemdikbud, selain Gerakan Indonesia Membaca. GP3M bertujuan untuk membantu kaum perempuan khususnya yang tergolong marjinal. Karena sampai saat ini 60 persen penduduk marjinal disandang kaum perempuan. Dengan pencanangan ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dalam pemberdayaan perempuan marjinal.

“GP3M merupakan payung dari beberapa kegiatan. Di dalamnya terdapat sejumlah program. Antara lain program pendidikan kecakapan hidup bagi perempuan, program desa vokasi, apresiasi pegiat perempuan, dan program keaksaraan,” ujarnya. (hms)