Sandiaga Gagas Bantuan Akses Permodalan UMKM Lewat Bank Infaq

  • Whatsapp

Bogor, BatamEkbiz.com – Pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno menggagas Bank Infaq untuk membantu akses permodalan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Platform digital yang bergerak di bidang keuangan dengan pendekatan islamic social finance ini sudah tersebar di lebih dari 40 wilayah di Indonesia.

“Misi Bank Infaq adalah mengelola infaq secara profesional dan hasilnya digunakan untuk membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha serta mencegah dari pinjaman yang tidak fair,” kata Sandi, Jumat (19/6/2020).

Menurut Sandi, kemudahan akses permodalan UMKM harus menjadi prioritas di masa penerapan new normal. Sebab salah satu faktor yang menghambat berkembangnya UMKM di Indonesia adalah sulitnya akses permodalan.

“Selama 20 tahun terakhir, saya mengurus sektor UMKM. Salah satu keluhan dari UMKM ini adalah sulitnya mencari kredit modal kerja ataupun kredit investasi,” kata Sandiaga.

Penggagas Rumah Siap Kerja ini mengingatkan agar dalam pengembangan industri keuangan secara digital dilakukan dengan hati-hati. Sebab harus didukung dengan governance dan tata kelola yang kuat agar tidak justru menghadirkan pinjaman yang membebani UMKM.

Sandi menjelaskan, per hari ini portofolio kredit untuk UMKM di perbankan nasional maupun industri pembiayaan itu lebih dari 20–25 persen. Itu artinya sekitar 60 persen ekonomi Indonesia yang menciptakan 97 persen lapangan kerja terkendala inklusif keuangan.

“Ayo kita gunakan kesempatan ini untuk menghadirkan solusi bagi industri keuangan kita melalui digital dan mari tingkatkan portofolio pinjaman kepada UMKM. Paling tidak sesuai kontribusinya terhadap ekonomi kita, yaitu sekitar 60 persen,” jelasnya.

Gerakan Bank Infaq hadir berbasis komunitas di perumahan, masjid-masjid, kelompok masyarakat, dan majelis taklim. Gerakan ini mengelola infaq dengan memanfaatkan teknologi digital.

Di era modern, infaq makin diterima. Apalagi, saat ini banyak financial technology (fintech) yang memiliki platform urun dana (crowdfunding) yang pasarnya bisa mencapai Rp 75 triliun. (re)