Sani tak akan mundur di pilgub Kepri

  • Whatsapp

Terus kenapa masih saya, apa orang lain tidak bisa. Tentu tidak begitu jawabannya. Tapi saya sendiri yang sudah mengetahui persis, lapangan, konsepnya apa, solusi apa yang mesti dilakukan dan mana yang prioritas. Jadi kalau seandainya tidak ikut lagi, sayang juga.

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com – Gubernur Kepri Muhammad Sani menegaskan tidak akan mundur dari pencalonannya sebagai gubernur Kepri pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini. Ia tetap akan maju di pilgub Kepri meski hingga kini belum ada kepastian partai pengusung dan calon pendamping.

“Tidak ada kata mundur. Namun itu sepanjang ada perahunya dan juga dukungan masyarakat, ini realistis kan. Mudah-mudahan ada perahu dan dukungan masyarakat,” tegasnya usai buka puasa bersama dengan anak yatim piatu di Gedung Daerah Kepri di Tanjungpinang, Rabu (24/6/2015) malam.

Disinggung tentang nama calon pendampingnya, Sani meminta masyarakat untuk bersabar, menunggu keputusan resmi. Menurutnya, masih ada waktu panjang untuk mempertimbangkan secara matang siapa yang nantinya akan dipilih menjadi wakilnya.

“Kalau maju lagi sudah mantap, namun siapa pendampingnya belum saya umumkan. Sabar saja, nanti sebelum pendaftaran dibuka KPU, akan dideklarasikan dan diumumkan,” katanya.

Keraguan sejumlah masyarakat terkait kesehatan, usia, dan kemampuannya untuk menjalankan program pembangunan daerah ke depan, Sani mengaku masih memiliki semangat yang tak kalah dengan calon lainnya. “Kalau anda masih bisa bersemangat, saya pikir saya masih semangat. Jangan-jangan orang kalah dengan semangat saya. Dan kalau anda masih punya visi keinginan apa yang akan dibuat, berarti anda belum tua, walaupun hari jadi anda setiap tahun bertambah. Itu namanya optimis,” kata Sani berpuisi.

Sani mengakui, soal gerak tentu tidak sama dengan yang jauh lebih muda yang masih bisa berlari-lari. Tapi jabatan yang akan diperjuangkannya bukan terletak pada kemampuan berlarinya, tapi bagaimana ide dan pemikiran bisa dilaksanakan bersama staf atau bawahan.

Keinginannya untuk maju di pilgub Kepri tahun ini, menurutnya disadari dan dipahami bahwa belum semua rencana pembangunan Kepri dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat terpenuhi. Contohnya masalah kemiskinan masih ada sekian persen warga miskin di Kepri dan masih adanya pengangguran. Saat ini program rehabilitasi rumah orang miskin baru menjangkau sekitar 17 ribu lebih, sementara data BPS ada 35 ribu rumah yang harus direhabilitasi.

“Terus kenapa masih saya, apa orang lain tidak bisa. Tentu tidak begitu jawabannya. Tapi saya sendiri yang sudah mengetahui persis, lapangan, konsepnya apa, solusi apa yang mesti dilakukan dan mana yang prioritas. Jadi kalau seandainya tidak ikut lagi, sayang juga. Referensi yang sudah saya miliki ini untuk meneruskan pembangunan dan itulah salah satu dasar utama kenapa saya maju lagi,” ungkapnya.

Alasan lain, jelasnya, karena ia adalah putra daerah dan besar di Kepri. Dalam tugasnya, ia juga sudah berkeliling ke semua pulau dan hampir tidak ada pulau berpenduduk yang tidak dikunjunginya. Sehingga itu akan memudahkannya dalam rangka melakukan pembangunan.

Sani mengaku memahami tanggapan masyarakat yang mengatakan dirinya sudah uzur dan berumur. Menurutnya ia punya alasan sendiri, karena dibalik itu ia juga mengukur diri dan tidak selamanya semua faktor diukur dengan umur. Artinya, dengan umur sekian ia masih bisa berbuat dan berpikir jernih serta memiliki konsep yang bagus untuk memberikan sumbangsih bagi Kepri. Selama ini, kepemimpinannya juga selalu menggunakan orang lain, misal kepala dinasnya sehingga tidak perlu ia harus melakukan semuanya.

“Secara fisik tentu tertolong dan tinggal ikuti perkembangan saja. Jadi tidak semata-mata fisik tua maka tidak bisa beraktivitas. Aktivitas tidak selamanya fisik, tapi juga pikiran,” katanya. (R02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *