Sanur gunakan tiga strategi pemenangan

  • Whatsapp

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com – Calon Gubernur Kepri Muhammad Sani memaparkan tiga strategi dalam memenangkan Pilgub Kepri yang akan dihelat 9 Desember mendatang. Ketiga strategi dimaksud yakni dengan pola vertikal, horizontal, serta pergerakan mesin partai pendukung dan pengusung.

Dalam pola vertikal, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) menggunakan jasa konsultan untuk merekrut relawan, mulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, desa, hinngga Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bacaan Lainnya

“Konsultan ini melakukan perencanaan serta perhitungan yang terukur,” papar Sani, Senin (14/9/2015).

Sedangkan untuk pola horizontal, pasangan nomor urut 1 ini akan melakukan pendekatan secara langsung dengan tokoh masyarakat atau paguyuban yang ada di Provinsi Kepri. Pola ini menurutnya sudah dilakukan sebelum dimulainya tahapan Pilkada. Dalam praktiknya, Sani akan fokus pada pendekatan dengan masyarakat serta paguyuban nusantara yang ada di Tanjungpinang, Batam, dan Bintan.

Selain melakukan dua strategi tadi, Sani dan Nurdin meyakini pergerakan motor partai, baik pengusung maupun pendukung juga memiliki andil besar dalam meraup dukungan. Sebagaimana diketahui, dalam Pilgub Kepri, Sani dan Nurdin diusung 5 partai, yakni Partai Demokrat, PKB, Gerindra, PPP, dan Nasional Demokrat. “Ini termasuk kader partai yang duduk di DPRD,” sebut Sani.

Sedangkan Nurdin Basirun akan fokus melakukan pendekatan dengan masyarakat hinterland atau pesisir. “Saya memang lebih banyak ke lapangan yang sebenarnya telah dilakukan sebelum-sebelumnya oleh Pak Sani,” ujar Nurdin.

Mantan Bupati Karimun ini bersyukur mengingat banyak masyarakat di pesisir yang merespon, bahkan berharap program yang telah dilaksanakan Sani bisa diteruskan atau dilanjutkan. Disamping itu, Nurdin menegaskan jika ada banyak hal yang ia peroleh dengan melakukan kunjungan ke daerah pesisir yang menentukan arah kebijakan kedepan.

“Intinya adalah bagaimana kemenangan yang diperoleh nantinya adalah untuk kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Dukungan masyarakat itu di antaranya disampaikan pemuda dan warga Tanjunguban. Dalam kunjungannya ke Bintan Utara, pemuda dan warga meminta Nurdin membangun pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban.

“Kami minta dibangunkan pelabuhan bongkar muat, agar pemuda Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dapat bekerja di pelabuhan,” kata Heri saat pertemuan dengan Nurdin di halaman Minimarket Anra Wika Tanjunguban, Minggu (13/9/2015) malam.

Saat ini, lanjut Heri, barang yang masuk ke Bintan banyak dilakukan melalui pelabuhan ilegal atau pelabuhan tikus, bukan melalui pelabuhan bongkar muat resmi. Dampaknya, pemuda Tanjunguban tidak mendapatkan apa-apa dan tidak bisa menjadi pekerja.

“Berbeda kalau punya pelabuhan resmi, pemuda bisa bekerja,” ujarnya.

Ia juga meminta Nurdin memerhatikan kawasan industri Lobam, agar banyak investor masuk dan membuka lapangan kerja, seperti dua belas tahun lalu. Dimana waktu itu terdapat 38 perusahaan dengan 16.000 tenaga kerja. Tapi saat ini tinggal 15 perusahaan dengan pekerja hanya 6.000 orang.

“Dengan matinya kawasan industri Lobam, tukang ojek banyak menganggur, rumah kos/sewa saat ini kosong melompong. Bantulah mendatangkan investor ke Bintan agar masyarakat mendapatkan efek positifnya,” pinta Heri.

Menurut Heri, pemuda Bintan Utara tidak mendapatkan tempat pada struktur kepegawaian di Pemkab Bintan. Saat ini justru banyak diduduki warga Tanjungpinang. Heri berharap Nurdin dapat mengakomodir warga Bintan duduk di struktur Pemkab Bintan jika terpilih di Pilgub Kepri.

“Orang Bintan hanya jadi tukang sapu saja, pegawai Pemkab Bintan 80 persen orang Tanjungpinang,” keluhnya.

Permintaan kepada Nurdin juga disampaikan tim relawan Sanur Samsudin. Relawan yang tergabung dalam Jaoel Center ini meminta Nudin memerhatikan kampung tua di Bintan, seperti Busung, Bangse, Beakit, Limau, maupun Lepan.
“Mohon diperhatikan pembangunan dan kelestarian budaya Melayu di kampung tua, karena dari sini sejarah mula kita berasal,” pinta Samsudin.

Nurdin menjawab keinginan warga dengan berjanji akan mendatangkan investor ke Lobam untuk membangun perusahaan dan membuka lapangan kerja lebih besar. Ia juga akan mengupayakan agar segera dibangun pelabuhan bongkar muat yang mengakomodir pemuda Tanjunguban untuk bekerja di dalamnya.

“Saya berasal dari bawah, merasakan bagaimana menjadi orang bawah. Karenanya, pembangunan pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban akan kita prioritaskan,” janjinya.

Terkait banyaknya pemuda Bintan Utara yang tidak terakomodir dalam struktur pemerintahan, ia mengajak pemuda untuk bercita-cita jadi pengusaha, bukan pegawai negeri sipil (PNS) atau honorer. Ia juga berjanji akan memerhatikan kampung tua untuk melestarikan budaya dan tempat belajar sejarah Melayu.

“Marilah kita mencetak pemuda-pemuda menjadi pengusaha, bukan bermimpi menjadi PNS atau honorer,” ajaknya. (R02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *