Connect with us

UKM

Sentra KI Tanjungpinang Fasilitasi Pendaftaran Merek Dagang UMKM

Published

on

Workshop 'Pendampingan Pendaftaran Merek Dagang Secara Elektronik bagi UMKM di Tanjungpinang', Kamis (7/10/2021).

BatamEkbiz.com – Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau merek adalah salah satu hal terpenting bagi pelaku UMKM. Karena akan menambah nilai ekonomi suatu produk dalam bentuk royalti dan lisensi serta melindungi secara hukum hasil kreativitas dan inovasi dari pembajakan.

Pentingnya mendaftarkan merek dagang ini dipaparkan Ratna, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam workshop ‘Pendampingan Pendaftaran Merek Dagang Secara Elektronik bagi UMKM di Tanjungpinang’, Kamis (7/10/2021). Workshop via Zoom ini juga menghadirkan narasumber Marnia Rani, Akademisi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Haji (UMRAH). Sedangkan moderator adalah Hos Arie Sibarani, Ketua Bidang Hukum Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kepri.

Ratna menjelaskan bahwa Tanjungpinang memiliki Sentra Kekayaan Intelektual (KI) yang siap memfasilitasi UMKM untuk konsultasi dan mendaftarkan merek atau pencatatan hak cipta. Konsultasi tersebut meliputi informasi merek dan cipta, pemeriksaan merek di pangkalan data kekayaan intelektual, hingga informasi pasca-pendaftaran.

“Sedangkan untuk pendaftaran meliputi fasilitasi surat rekomendasi dari IKM (industri kecil menengah) atau UKM, fasilitasi pendaftaran gratis, dan fasilitasi pendaftaran secara online,” katanya.

Adapun persyaratan mendaftarkan merek dagang ini meliputi foto KTP, foto NPWP, dan tanda tangan digital. Persyaratan lainnya adalah itiked merek meliputi logo dan nama yang didaftarkan, keterangan warna yang ada di merek, kelas merek, dan keterangan produk apa saja yang didaftarkan.

Tarif PNBP merek bagi permohonan secara online untuk UMKM hanya Rp500 ribu per kelas. Sedangkan pendaftaran secara online bagi umum sebesar Rp1,8 juta per kelas.

“Merek tidak bisa didaftarkan jika ada kemiripan dalam tulisan, persamaan bentuk, warna, ataupun pengucapan pada kelas merek yang sama dengan merek yang sudah terdaftar dan dalam proses,” kata Ratna.

Narasumber dan peserta Workshop 'Pendampingan Pendaftaran Merek Dagang Secara Elektronik bagi UMKM di Tanjungpinang', Kamis (7/10/2021).
Narasumber dan peserta Workshop ‘Pendampingan Pendaftaran Merek Dagang Secara Elektronik bagi UMKM di Tanjungpinang’, Kamis (7/10/2021).

Selama periode 2019 sampai sekarang, Sentra KI Tanjungpinang sudah memfasilitasi 118 merek dan pencatatan hak cipta. Terdiri dari 102 merek dan 16 hak cipta.

Ratna mengajak pelaku UMKM di Tanjungpinang untuk segera mendaftarkan merek dagang atau mencatatkan hak ciptanya. Karena ini sangat penting sebagai branding dan mengantisipasi munculnya persoalan merek di kemudian hari.

Ia mencontohkan sebuah merek rumah makan di Kota Batam yang akhirnya dikuasai oleh orang lain. Karena pemilik rumah makan yang memiliki hak atas merek tersebut, justru tidak mendaftarkannya di HAKI.

“Kami tidak mau kejadian serupa terjadi di Tanjungpinang, owner (pemilik usaha) justru tak punya hak atas merek usahanya. Jangan kita anggap sepele, karena dampaknya luar biasa terhadap merek dagang,” katanya.

Marnia Rani juga mendorong pelaku UMKM untuk mendaftarkan merek dagangnya melalui Sentra KI Tanjungpinang. Dengan memiliki HAKI, pelaku UMKM akan terbantu dari penyalahgunaan merek oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Membangun sebuah merek itu tidaklah gampang, sehingga harus segera didaftarkan agar tidak digunakan oleh orang lain,” katanya.

Menurut Marnia, mendaftarkan merek dagang merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan oleh UMKM sebelum memulai sebuah bisnis. Sebab pendaftaran tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dalam kesempatan tersebut, Marnia juga memberikan cara bagi peserta workshop untuk mendaftarkan merek secara online melalui aplikasi https://merek.dgip.go.id. Selain pendaftaran, aplikasi ini juga memberikan pelayanan perpanjangan hingga pengajuan keberatan atas permohonan merek.

“Saat ini mendaftarkan merek sendiri, secara individu dibolehkan. Namun sebelum melakukan pendaftaran, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu untuk memastikan merek sudah terdaftar atau belum,” katanya. (mad)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *