Sirekap Sebatas Alat Bantu di Pilkada 2020
Ketua KPU RI, Arief Budiman dalam kegiatan launching pilkada serentak 2020, beberapa waktu lalu.

Jakarta, BatamEkbiz.com – Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) gagal menjadi instrumen rekapitulasi hasil penghitungan suara resmi pada Pilkada 2020. Komisi II menegaskan, hasil resmi pilkada tahun ini berdasarkan berita acara dan sertifikat hasil penghitungan dan rekapitulasi manual.

Sirekap yang akan diimplementasikan di Pilkada 2020 pun hanya bersifat uji coba. Sirekap tidak menjadi instrumen rekapitulasi hasil penghitungan suara resmi. Melainkan hanya sebagai alat bantu penghitungan dan rekapitulasi yang berfungsi sebagai media publikasi.

Dengan demikian, Komisi II meminta KPU merevisi sejumlah ketentuan rancangan perubahan PKPU. Baik PKPU tentang pemungutan dan penghitungan suara maupun PKPU rekapitulasi suara. Arief mengatakan, KPU secepatnya melakukan pembahasan dan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.

“KPU butuh kecepatan juga, karena kan ini ditungu banyak pihak. Mungkin minggu depan kita lakukan pembahasan untuk harmonisasi,” kata Ketua KPU, Arief Budiman, Jumat (13/11/2020).

Arief memastikan, KPU mempersiapkan Sirekap sebagai instrumen rekapitulasi hasil penghitungan suara resmi di Pilkada 2020. Jika ada perbedaan data Sirekap, sertifikat penghitungan manual tetap menjadi dasar penetapan hasil perolehan suara.