Starbucks Donasikan Masker Buatan Tangan kepada Petani Kopi Lewat Gerakan ‘Melewati Cakrawala’

  • Whatsapp

Medan, BatamEkbiz.com – Starbucks Partner, karyawan Starbucks di Indonesia, memperluas relasi antara petani kopi dan barista melalui donasi masker upcycling buatan tangan (hand-made). Masker ini memanfaatkan bahan dari seragam campaign terdahulu lewat gerakan ‘Melewati Cakrawala’.

Direktur PT Sari Coffee Indonesia, Anthony Cottan mengatakan, selalu berkontribusi kepada masyarakat adalah harapan dari para partner (karyawan) yang salah satunya diungkapkan melalui penghormatan dan kepedulian terhadap para petani kopi yang menjadi bagian dari keluarga besar Starbucks. Gerakan ‘Melewati Cakrawala’ juga dilakukan untuk mendukung kegiatan donasi 100.000 biji kopi sebelumnya melalui kampanye Art In A Cup yang telah berjalan sejak 2018.

Bacaan Lainnya

“Keterlibatan PT Sari Coffee Indonesia secara langsung dengan petani kopi di Indonesia dimulai pada 2004, melalui bantuan tenaga sukarela dan donasi untuk sekolah dan fasilitas medis di desa Lintong,” ujarnya sebagaimana rilis kepada batamekbiz.com, Senin (15/6/2020).

Gerakan ‘Melewati Cakrawala’ merupakan wujud dukungan kepada masyarakat yang berjuang menuju kondisi yang lebih baik sepanjang situasi pandemi. “Kita perlu tetap mendukung para petani kopi yang menjadi alasan keberadaan kita saat ini. Partner (karyawan) kami memprakarsai gagasan untuk memanfaatkan seragam Starbucks terdahulu untuk menjadi sebuah masker buatan tangan yang dapat dibuat secara personal,” kata Anthony.

Senior General Manager, Public Relations and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan menambahkan, donasi masker tahap pertama diantarkan secara langsung oleh partner (karyawan) yang telah bersama dengan perusahaan selama 16 tahun. “Pada kesempatan ini, kami mendonasikan lebih dari 1.500 buah masker yang dibuat secara personal untuk para petani kopi di Sumatra,” ujarnya.

Kemudian pada tahap kedua, lanjut Andrea, masker akan didonasikan ke daerah lain dan difokuskan ke petani kopi di Bali. Setiap gerai berkontribusi membuatkan setidaknya 10 buah masker buatan tangan.

“Dengan memiliki lebih dari 450 gerai yang dimiliki, maka akan ada lebih dari 4.000 buah masker yang dapat kami donasikan,” katanya.

Head Agronomist, Starbucks Farmer Support Center Berastagi, Surip Mawardi menjelaskan, Partner (karyawan) Starbucks di Indonesia selalu mendukung kesejahteraan petani kopi dan membuat mereka merasa terhubung.

“Melalui gerakan ‘Melewati Cakrawala’, saya yakin bahwa para petani kopi akan menghargai usaha ini dan dapat merasaka manfaatnya di tengah pandemi ini,” jelasnya.

Kepala Kelompok Tani Sinergi Fajar Harapan, Armin Ginting mengaku tersentuh dan bahagia menerima donasi masker buatan tangan tersebut. “Meski di tengah masa sulit ini, teman-teman kita dari Starbucks Indonesia masih mengingat dan mengkontribusikan sesuatu yang bermakna bagi kami, petani kopi,” ungkapnya. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *