Sudah bayar premi, kartu BPJS tak berfungsi

  • Whatsapp

Kekesalan Gunawan memuncak. Ia lemparkan 17 kartu identitas peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang baru dicetak ke udara. Byarrr,, kertas pun jatuh dan berserakan di lantai.

“Kami tidak butuh kertas-kertas ini,” katanya sambil beranjak dari tempat duduknya di ruang konsultasi BPJS Kesehatan Cabang Batam, Rabu (4/2/2015).

Bacaan Lainnya

Petugas konsultasi BPJS Kesehatan Cabang Batam Noni hanya bisa melongo menyaksikan itu. Sementara Gunawan terus mengomel sambil keluar ruangan.

Gunawan adalah Human Resource Department PT Vista Electric Tanjunguncang. Kedatangannya ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam untuk mengurus kartu kepesertaan 17 karyawan yang tak kunjung aktif.

Ke-17 karyawan itu sudah didaftarkan sebagai peserta sejak 10 Desember 2014. Premi kepesertaan ke-17 karyawan dalam program BPJS Kesehatan untuk Januari 2015 juga sudah dibayar lunas pada tanggal 7, tiga hari sebelum jatuh tempo.

Karyawan juga sudah mendapatkan kartu identitas peserta yang di cetak sendiri oleh perusahaan. Namun kartu peserta sebagai bukti sah memperoleh jaminan kesehatan ini tak bisa digunakan saat seorang karyawan berobat ke fasilitas kesehatan.

“Karyawan ditolak saat berobat pada pertengahan Januari lalu. Alasan pihak klinik, kartu peserta belum aktif,” kata Gunawan.

Karena kartu peserta belum aktif, karyawan tersebut akhirnya berobat sebagai pasien umum. Konsekuensinya, ia harus membayar sendiri biaya pengobatan sebesar Rp530 ribu.

Gunawan kemudian meminta penjelasan pihak BPJS Kesehatan terkait belum aktifnya kartu peserta. Petugas BPJS menjelaskan bahwa kemungkinan data peserta belum dimasukkan ke sistem dan menjanjikan akan mengaktifkannya pada Februari. Begitu dicek lagi pada awal Februari, kartu peserta juga belum aktif.

Kesal, Gunawan pun terpaksa meninggalkan seabreg pekerjaan rutinnya untuk mendatangi Kantor BPJS Kesehatan di Batam Centre. Setumpuk dokumen kepesertaan karyawan dan bukti pembayaran dibawa serta.

Setelah di pingpong kesana kemari, ia akhirnya diarahkan masuk ke ruang konsultasi. Namun bukannya aktivasi, ia justru diberikan kartu identitas peserta yang dicetak ulang BPJS Kesehatan.

“Yang kami perlukan adalah solusi, bagaimana agar kartu peserta aktif dan karyawan bisa berobat,” katanya dengan nada meninggi.

Tidak hanya dialami karyawan PT Vista, kepesertaan puluhan karyawan catering di Permata Bandara juga belum aktif. Padahal para karyawan sudah didaftarkan dan dibayar preminya oleh perusahaan.

“Sudah setahun kami daftarkan, tapi sampai sekarang kartu peserta belum aktif. Sampai sekarang karyawan belum bisa berobat dengan fasilitas BPJS Kesehatan,” kata Bagian Keuangan Novi.

Banyaknya keluhan keterlambatan aktivasi peserta, seolah belum dianggap sebagai masalah oleh BPJS Kesehatan. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam Fahrurrozi memilih bungkam dan meminta agar menanyakan permasalahan tersebut kepada Humas Robert Simatupang.

“Datang saja ke kantor, temui Pak Robert yang akan menjelaskan secara teknis masalahnya,” katanya.

Dihubungi melalui telepon, Robert tidak menjawab. Saat didatangi ke kantornya, melalui staf registrasi Najmi, Robert menyampaikan agar persoalan kepesertaan ditanyakan langsung ke Bagian Konsultasi Noni.

“Kata Pak Robert, silahkan ke bagian konsultasi,” kata Najmi menyampaikan pesan Robert.

Saat dikonfirmasi, Noni mengakui adanya kesalahan penginputan data kepesertaan. Sehingga, meski sudah mendaftar dan membayar iuran, nama karyawan peserta BPJS Kesehatan belum masuk ke sistem komputer.

“Ada keterlambatan entry data, sehingga peserta belum masuk TMT (tanggal mulai terdaftar) di bulan Januari,” katanya.

Ditanya terkait tanggung jawab BPJS Kesehatan terhadap karyawan yang merasa dirugikan karena terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk berobat, Noni tidak bisa menjawab. Ia hanya berusaha meyakinkan bahwa kepesertaan karyawan akan aktif pada Februari ini.

“Kalau untuk iuran yang sudah dibayar, kami anggap kelebihan pembayaran dan akan dimasukkan ke bulan Februari,” jawabnya dengan enteng. (R04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *