Sumsel dan Riau Fasilitasi Rapid Tes Ratusan Santri, Batam Kapan?
Anggota DPRD Kota Batam dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Aman.

Palembang, BatamEkbiz.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Kesehatan memfasilitasi rapid tes gratis bagi ratusan santri Pondok Pesantren Gontor yang ingin kembali menuntut ilmu di Jawa Timur. Para santri itu kemudian diberangkatkan dari Palembang, Sabtu (20/6/2020), karena kegiatan belajar mengajar di pesantren ini akan dimulai hari ini, Senin (22/6/2020).

“Keberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pertama tanggal 15 Juni dan kini (Sabtu) menyusul gelombang kedua,” ungkap Ketua Umum Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Modern Gontor Cabang Sumsel, Hendrawan Muhammad Ilyas.

Para santri yang diberangkatkan ini adalah dari kelas I sekolah dasar hingga tingkat pascasarjana. Mereka harus menjalani rapid tes sebagai syarat keberangkatan. Berdasarkan laporan, dari 650 santri yang berangkat, tidak ada satu pun yang menunjukkan hasil reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Hj Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan, ada dua pihak yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Keduanya merupakan koordinator yang mengurus keberangkatan santri dari Sumsel ke Gontor.

“Yang pertama Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, mengajukan ada ada 650 santri yang akan diberangkatkan,” ungkapnya.

Di Provinsi Riau, ribuan santri juga mengikuti rapid tes sebagai salah satu syarat wajib melanjutkan pendidikan di pondok pesantren di luar Provinsi Riau. Biaya rapai tes Rp 350 ribu per santri yang dibiayai Baznas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

“Karena santri ini termasuk kepada golongan fisabilillah,” kata Kasi Pondok Pesantren dan Ma’had ‘Aly M. Fakhri.

Sementara itu di Kota Batam, Provinsi Kepri, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah mendesak pemerintah daerah untuk memfasilitasi rapid tes gratis kepada para santri. Sebab banyak santri asal Kota Batam yang akan memulai aktivitas belajar di beberapa pondok pesantren di luar Kepri, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah lainnya.

“Biaya rapid tes secara mandiri ini mahal, Rp380 ribu sampai Rp 450 ribu per orang. Tentunya ini sangat membebani orang tua santri. Oleh karena itu, Fraksi PKB minta Pemko Batam memfasilitasi rapid tes gratis bagi santri,” ujar Anggota DPRD Kota Batam dari PKB, Aman. (re)