Sunyi Batam karena Pandemi

  • Whatsapp
Kondisi jalan yang lengang, kini mewarnai Batam akibat pandemi virus corona, beberapa waktu lalu.

Jalanan di kawasan simpang Martabak Har, Lubukbaja, Batam, tampak lengang pada Minggu (22/3/2020) sore. Lalu lalang kendaraan tak padat lagi seperti hari-hari biasa, sebelum pandemi virus corona semakin mewabah. Tak banyak mobil atau sepeda motor melaju. Padahal, macet adalah pemandangan sehari-hari jalan utama di kawasan pusat perbelanjaan di Kota Batam tersebut.

Jajaran toko parfum dan tas, konter handphone dan aksesoris, hingga hotel tak kalah sunyi. Sebagian memilih menutup rapat pintunya, tak beroperasi, karena sedikitnya pembeli.

Bacaan Lainnya

“Sejak virus corona makin ramai dan sekolah libur, sepi, nggak ada pembeli. Kalau pun ada, paling satu atau dua orang saja. Padahal sore gini biasanya ramai, lebih dari 20 kunjungan dalam satu jam,” ungkap Viola, salah satu pedagang tas impor di Nagoya.

Merebaknya wabah virus corona, hingga dinaikkan statusnya menjadi pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membuat Batam menjadi sunyi. Anak-anak tak lagi sekolah sementara waktu, atas surat edaran Walikota Batam nomor 133/419.1/DISDIK/III/2020. Sekolah libur 14 hari, mulai tanggal 17 sampai 30 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona di Batam.

Kemudian mulai Kamis (19/3/2020), aparatur sipil negara (ASN) di Kepri bekerja dari rumah sampai 31 Maret 2020 mendatang. Kebijakan bekerja dari rumah untuk ASN tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Selain itu, Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang pencegahan virus corona.

Kesunyian Batam akibat pandemi virus corona memukul roda perekonomian masyarakat. Tak hanya dikeluhkan para pedagang, dunia pariwisata pun terdampak.

Wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, yang biasa berbondong-bondong masuk Batam pada Sabtu atau Minggu, kini sepi. Padahal, sekitar 65 persen wisatawan mancanegara berasal dari Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *