Survei LKPI: Elektabilitas Demokrat Anjlok Karena KLB

BatamEkbiz.com – Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menempatkan elektabilitas PDIP di urutan tertinggi dengan 18,2 persen. Kemudian disusul Golkar dengan 17,9 persen dan Gerindra 10,3 persen. Sementara elektabilitas Partai Demokrat menukik tajam.

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono menerangkan, elektabilitas PDIP dipengaruhi terutama oleh kinerja presiden yang memang adalah kader PDIP. Karena tingkat kepuasan kepada kinerja presiden masih baik, yakni di angka hampir 82,8 persen. Maka elektabilitas PDIP juga tetap bertahan, meski kadernya di pemerintahan Jokowi–Maruf Amin ditangkap KPK.

Sementara tingginya elektabilitas Golkar dipengaruhi terutama oleh kinerja Ketua Umun Partai Golkar yang ditugasi Presiden di garis depan untuk Bidang Perekonomian di saat Pandemi Covid-19. Dimana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbukti berperan penting menjaga perekonomian nasional menghadapi pandemi Covid.

“Melalui program-program pemulihan ekonomi yang digulirkan pemerintah, mampu menjaga daya beli masyarakat. Program PEN terbukti berperan penting menjaga momentum pemulihan ekonomi, khususnya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi,” ujar Arifin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/3/2021).

Sementara itu, elektabilitas sejumlah partai tampak belum begitu berubah dibanding pemilu 2019. Yang menarik dalam temuan survei ini adalah penurunan secara drastis tingkat elektabilitas partai Demokrat hingga (3,6 persen).

“Dikarenakan badai konflik internal di Partai Demokrat yang berujung pada KLB Partai Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” sebut Arifin.

Sedangkat tingkat elektabilitas Partai Gerindra naik dibandingkan survei Januari 2021 dari 6,6 persen menjadi 10,3 persen. LKPI menilai Gerindra berhasil melakukan reposisi isu yang membuat masyarakat tertarik. Serta persepsi masyarakat untuk kembali memilih Gerindra karena anggapan masyarakat Partai Demokrat terancam tidak bisa ikut Pemilu 2024 akibat kepengurusan ganda.

Baca juga: Demokrat Merapat ke Koalisi Isdianto-Suryani di Pilgub Kepri

“Tingkat elektabilitas tentu saja masih bisa berubah seiring dengan makin dekatnya waktu pemilu dan makin aktifnya partai-partai dalam menjalankan mesin politiknya untuk persiapan pemilu. Peta kekuatan partai politik diperkirakan masih akan terus berubah,” katanya.

Berikut hasil survei LKPI pada simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 9 partai dan responden boleh menyebutkan nama parpol lain.

  1. PDIP (18,2%)
  2. Golkar (17.9%)
  3. Gerindra (10,3%)
  4. PKB (6.9%)
  5. NASDEM (6,5%)
  6. PKS (5,3%)
  7. Demokrat (3,6%)
  8. PPP (3,2%)
  9. PAN (2,9%)
  10. Partai Lainnya (4,7%)
  11. Belum menjawab (20,5%)