Sani tunggu pengumuman KPU

  • Whatsapp

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com – Calon Gubernur Kepri Muhammad Sani mengaku belum menyiapkan nama-nama yang akan menempati jabatan SKPD Pemprov Kepri. Ia menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri mengumumkan secara resmi hasil Pilgub Kepri, meski hasil hitung cepat dan formulir C1 yang ditampilkan di laman https://pilkada2015.kpu.go.id mengunggulkannya.

“Belum ada langkah apa-apa, kami masih menunggu keputusan resmi dari KPU, jadi hingga saat ini hanya berdoa saja,” ujarnya usai menghadiri pelantikan Huznizar Hood sebagai Wakil Ketua II DPRD Kepri menggantikan Apri Sujadi, Selasa (15/12/2015).

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu sekaligus menjawab kabar yang beredar luas melalui pesan singkat (SMS) di kalangan pejabat Pemprov Kepri terkait adanya sejumlah pejabat eselon II setingkat Kepala Dinas yang akan di-nonjobkan. Alasannya, terang-terangan membelot atau sengaja meninggalkan Sani dan merapat ke kubu rival, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH).

“Bagaimana tidak digeser orang-orang ini. Sebelumnya mereka ini dibesarkan dan diangkat oleh Pak Sani. Namun menjelang berakhirnya jabatan, justru orang ini menjauh dari Pak Sani,” kata sumber di lingkungan pejabat Pemprov Kepri yang meminta namanya tidak dikorankan.

Bahkan informasinya, sedikitnya ada delapan nama pejabat SKPD yang akan digeser dari posisinya saat ini, di antaranya M, M, G, dan B. Sedangkan yang membelot dan terang-terangan mendukung Soerya yakni R, N, E, H, T, dan sejumlah pejabat dibawahnya.

“Ini nama-nama yang saat ini beredar melalui SMS di lingkungan pejabat Pemprov Kepri. Nantinya akan ada nama-nama baru yang mengisi jabatan yang akan digeser ini. Pejabat ini berasal dari Pemkab Karimun yang selama ini berjuang dengan Pak Nurdin,” ungkapnya.

Sani menuturkan, hingga saat ini belum ada persiapan apa-apa pasca dirinya mendapatkan suara terbanyak di beberapa kabupaten/kota di Kepri, termasuk nama-nama yang disiapkan untuk menduduki jabatan tertentu nantinya. Begitupun dalam beberapa kali pertemuannya dengan pasangannya, calon Wakil Gubernur Nurdin Basirun, juga belum membahas nama-nama pejabat SKPD tersebut.

“Setelah nanti keputusan dari KPU telah kami terima dan disahkan, barulah akan diambil langkah selanjutnya terkait hal tersebut (pejabat SKPD),” katanya.

Sementara sejak dinyatakan unggul sementara versi hitung cepat, Sani banyak kedatangan sejumlah pejabat dan tamu di kediamannya, Jalan Cempedak Tanjungpinang. Bahkan di antara mereka ada yang pulang hingga larut malam.

Menurut Sani, kedatangan tokoh masyarakat dan beberapa pemangku jabatan di Kepri ke rumahnya adalah hal biasa, hanya sekadar silahturahmi. “Tidak salah kan orang bersilahturahmi, siapaun orangnya, semua kita rangkul,” ucapnya.

Berdasarkan formulir C1 yang diunggah di laman https://pilkada2015.kpu.go.id, Selasa (15/12) pukul 21.00, hasil Pilgub Kepri yang diunggah di laman tersebut sudah mencapai 3.149 dari 3.181 TPS atau 99,99 persen. Hasilnya menunjukkan pasangan Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) tetap unggul dibanding Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH). Sanur memperoleh 344.976 suara (53,36 persen) dan SAH memperoleh 301.589 suara (46,64 persen).

Di Karimun data masuk 100 persen dari 450 TPS, Sanur menang telak dengan 72,39 persen (64.621 suara dari 89.053 suara sah), sedangkan SAH memperoleh 27,61 persen (24.653 suara).

Di Tanjungpinang data masuk 100 persen dari 311 TPS, Sanur unggul dengan 39.787 suara (53,20 persen) dibanding SAH 34.997 suara (46,80 persen). Di Batam data masuk 98,96 persen dari 1.638 TPS, Sanur unggul dengan 158.485 suara (51,99 persen) dari SAH 146.339 suara (48,01 persen). Sedangkan di Lingga data masuk 100 persen dari 230 TPS, Sanur unggul dengan 27.576 suara (55,22 persen) dari SAH 22.358 suara (44,78 persen). Di Natuna data masuk 99,37 persen dari 158 TPS, Sanur unggul dengan 22.218 suara (55,84 persen) dari SAH 17.571 suara (44,16 persen).

Selanjutnya di Bintan data masuk mencapai 95,16 persen dari 289 TPS, SAH unggul dengan 66,08 persen (44.406 suara) dibanding Sanur 33,92 persen (22.795 suara). Di Anambas dengan data masuk 100 persen dari 105 TPS, SAH juga unggul dengan 11.265 suara (54,27 persen) dari Sanur 9.494 suara (45,73 persen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *