Tempat Ibadah di Batam Boleh Buka, Melanggar Protokol Kesehatan Terancam Pidana

  • Whatsapp

Batam, BatamEkbiz.com – Batam memberikan kelonggaran bagi tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya untuk buka. Hanya saja, pembukaan tempat ibadah ini disertai dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Protokol kesehatan tersebut di antaranya menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker, dan mengatur keluar masuk jamaah. Shaf salat harus diatur jaraknya, tak boleh pakai karpet, dan membawa sajadah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pengurus tempat ibadah juga harus menandatangani surat pernyataan yang telah disiapkan oleh pemerintah. Yakni surat pernyataan penanggung jawab masjid dan surat pernyataan penanggung jawab kegiatan keagamaan dalam masa pandemi Covid-19. Surat pernyataan ini sudah disiapkan oleh pemerintah.

Isi dari surat pernyataan ini antara lain kesenggupan untuk memenuhi aspek keamanan dan keselamatan masyarakat sesuai protokol kesehatan, menempatkan petugas yang mengatur jarak aman di masjid, dan kesanggupan untuk tidak membiarkan kumpulan orang yang menimbulkan risiko penularan Covid-19 di masjid. Kemudian kesediaan dilakukan pengenaan sanksi administrasi dan pidana serta kesediaan dilakukan penutupan atau pembubaran kegiatan jika ada pelanggaran.

“Semua harus mengikuti protokol kesehatan, baik imam masjid maupun jamaah. Kalau ada yang melanggar dan kami mendapatkan laporan, maka Tim Gugus Penindakan akan menutupnya,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Rudi, dalam rapat pembahasan pelaksanaan ibadah masa pandemi Covid-19 di Dataran Engku Putri Batam Centre, Selasa (26/5/2020).

Pembukaan tempat ibadah di Kota Batam akan dimulai tanggal 15 Juni 2020. Namun, sebelumnya akan ada masa percobaan di sejmlah masjid.

Masa percobaan itu hanya diberlakukan di masjid dalam lingkungan perumahan. Sementara masjid di persinggahan atau yang berada di jalur protokol, menunggu 15 Juni baru dibuka.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain Umar menambahkan, inilah masanya bagi masyarakat Batam untuk melaksanakan sesuatu yang baru (new normal). Menurutnya, sesuatu yang baru itu awalnya agak sulit, seperti awal sebelum penutupan sementara rumah ibadah. Ia mengajak seluruh masyarakat Batam, terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama ikut menjadi tim gugus.

“Bukan hanya yang tercatat, artinya berani menegur bagi yang tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” katanya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *