Tes Swab Kontak Pasien Covid-19 Gratis

  • Whatsapp
Penyisiran penanganan virus corona ke masyarakat di Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Jakarta, BatamEkbiz.com – Masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 tidak dikenakan biaya untuk melakukan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Karena pemerintah telah memberikan reagen ke berbagai daerah untuk menguji sampel spesimen Covid-19. Sehingga, Dinas Kesehatan dan Puskesmas di daerah dapat memberikan layanan gratis penanganan Covid-19.

Demikian ditegaskan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam diskusi di Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10/2020). Menurutnya, pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani untuk melakukan pemeriksaan spesimen.

Bacaan Lainnya

“Untuk yang di Puskesmas seharusnya gratis atau tidak dipungut biaya. Karena reagen itu diberikan dari Kementerian Kesehatan bersama Satgas Covid-19. Kemudian pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga ada yang melakukan pengadaan reagen sendiri,” katanya.

Doni meminta masyarakat melapor jika ada pihak yang memberikan beban biaya untuk melakukan tracing dari kontak erat pasien Covid-19 dengan swab PCR. “Kalau masih ada pungutan-pungutan, mohon bisa diinformasikan, sehingga kami bisa mencari solusinya,” tegas mantan Danjen Kopassus ini.

Doni menjelaskan, pemerintah terus mengupayakan solusi terbaik dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19. Selain memberikan reagen ke beberapa daerah, pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan juga akan terus menyalurkan mesin PCR dan laboratorium. Tujuannya untuk mempercepat dan pemerataan uji spesimen berbasis reagen.

“Sejauh ini, mereka yang kontak erat dilakukan tracing itu gratis. Tidak bolah ada pungutan sebesar apapun,” terangnya.

Doni mencatat, awalnya pemerintah hanya memiliki satu laboratorium, yakni Balitbankes Kementerian Kesehatan. Seiring perkembangannya, laboratorium diperbanyak hingga 374 unit dan tersebar di sejumlah daerah dengan kapasitas dari uji sampel sampai mencapai rata-rata di atas 35 ribu spesimen.

“Demikian juga kemampuan testing perhari yang semula 2.000 perhari meningkat 10 ribu, 20 ribu, 30 ribu, dan sekarang sudah di atas 35 ribu,” katanya. (re)