Tim Survei Dinas Kesehatan Kota Batam Kunjungi RSTPI Ar-Raihan Tiban

  • Whatsapp
Foto bersama Tim Survei Dinas Kesehatan Kota Batam dan pengelola Totok Punggung Ar-Raihan Tiban, Kamis (8/10/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Sebanyak 4 orang perwakilan Dinas Kesehatan dan Petugas Puskesmas Sekupang, terdiri dari dr. Elgi Rachmadina, Zahrotul Aini, Fitri Novi Palupi, dan Makmur mengunjungi Rumah Sehat Ar-Raihan Tiban. Kunjungan ini dalam rangka meninjau sistem kerja dan penanganan terapi kesehatan yang diterapkan di rumah sehat Totok Punggung Ar-Raihan di Ruko Hafindo Square Blok C No.1 Tiban.

“Tahap awal ini sebagai kunjungan untuk kelengkapan Surat Tanda Pengobat Tradisonal atau biasa disebut STPT,” ungkap Zahrotul Aini, Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Aini dan rombongan meminta penjelasan secara umum mengenai terapi totok punggung dan cara penanganannya. Tim survei juga memberikan arahan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi rumah sehat/klinik bagi Ar-Raihan. Kemudian tim survei mencoba merasakan sensasi totok punggung.

“Alhamdulillah setelah ditotok sebentar, badan kami terasa segar kembali,” ungkap mereka dihadapan para terapis Ar-Raihan.

Makmur, salah satu tim rombongan menyampaikan perlunya kesadaran pelaku kesehatan tradisional seperti pijat, refleksi atau sejenisnya, untuk melaporkan kegiatannya kepada Dinas Kesehatan agar terarah dan tidak salah dalam tindakan penanganan pada pasien.

“Totok punggung Ar-Raihan sudah bagus mau mengurus dan melaporkan keberadaanya di Tiban ini,” ungkapnya.

dr. Elgi Rachmadina menambahkan, kunjungannya bersama tim guna memberikan penyuluhan dan pendampingan bagi tempat kesehatan agar mengajukan izin resmi kepada Dinas Kesehatan. Tujuannya agar tidak ada masalah ditimbulkan ke depan, baik berupa administrasi maupun kesalahan dalam praktek kegiatannya.

Untuk ruang terapi totok, dr. Elgi menyarankan pengelola rumah sehat Ar-Raihan memperhatikan kenyamanan klien, misalnya dengan tambahan pengharum aromaterapi. “Bisa pakai yang matic atau kayak difuser, biar kesannya lebih fresh dan rilex”, ujar dr. Elgi.

Dihadapan tim survei, Awaluddin selaku Ketua PW Totok Punggung Wilayah Kepri menyampaikan harapannya agar ke depan totok punggung dapat bersinergi dengan rumah sakit atau puskesmas.

“Kami berharap ada sinergi agar pasien yang datang ke Ar-Raihan dapat dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas terdekat jika perlu penanganan medis”, ungkap Awaluddin.

Baca juga:

RUMAH SEHAT AR RAIHAN BATAM

Patmono yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan perihal izin rumah sehat miliknya sudah ada melalui Dinas Pariwisata, namun totok punggung merupakan terapi pengobatan, maka keberadaannya harus dibawah pengawasan Dinas Kesehatan.

“Izin sudah kami ajukan ke Dinas Kesehatan, dan Alhamdulilah hari ini tim survei sudah turun ke tempat kami”, terangnya lagi.

Rencananya, Sabtu mendatang akan diagendakan kunjungan serupa untuk yang kedua kalinya guna menguji kelayakan tim terapis totok punggung di Ar- Raihan yang belum mendapatkan kesempatan praktek. (r/aw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *