Travel Bubble, Destinasi Wisata Batam Siap Sambut Turis Singapura
Destinasi wisata di kawasan Nongsa, Kota Batam, terus berbenah menjelang dibukanya kembali kawasan itu bagi kedatangan wisatawan mancanegara melalui travel bubble.

BatamEkbiz.com – Destinasi wisata di kawasan Nongsa, Kota Batam, terus berbenah menjelang dibukanya kembali kawasan itu bagi kedatangan wisatawan mancanegara pada 21 April 2021. Pelabuhan, hotel, resort, dan destinasi wisata sudah mevaksinasi seluruh karyawannya dan memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh area.

Penerapan protokol kesehatan ini terlihat di pintu-pintu masuk, dengan menempatkan petugas khusus untuk mengecek suhu tubuh setiap tamu. Sarana mencuci tangan, hand sanitizer, dan tanda jaga jarak terdapat di beberapa tempat.

Hotel dan resor juga telah melengkapi sertifikat Cleanliness, Hygiene, Sanitation, and Environment (CHSE) dari pemerintah. Sehingga menjamin kesehatan setiap orang yang beraktivitas di lingkungan hotel dan resor serta mencegah penularan Covid-19. Kasus positif Covid-19 di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, juga nihil selama setahun terakhir.

Data Satgas Covid-19 Kota Batam per 31 Maret 2021, jumlah kasus Covid-19 yang masih dirawat di Nongsa tinggal 3 orang. Kasus Covid-19 juga terus melandai dan kecamatan Nongsa sudah masuk zona kuning.

General Manager Batam View Beach Resort, Anddy Fong menegaskan kesiapannya menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pada 21 April nanti. Saat ini pihaknya tinggal menunggu kepastian dari pemerintah Indonesia dan Singapura mengenai realisasi rencana tersebut.

“Jauh-jauh hari kami sudah siap. Semua sudah kami penuhi, apalagi yang kurang?” ujarnya, Rabu (31/3/2021).

Rencana pembukaan wisatawan mancanegara mulai 21 April diungkapkan Menparekraf Sandiaga dalam kunjungannya ke Batam pada 20 Maret lalu. Kunjungan tersebut juga untuk memastikan kesiapan kawasan wisata Nongsa, Batam dan kawasan wisata Lagoi, Bintan, di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menerima kedatangan wisatawan mancanegara melalui travel bubble.

Merebaknya wabah pandemi Covid-19 dan pelarangan sementara orang asing masuk wilayah Negara Republik Indonesia sejak 2 April 2020 berdampak pada sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang menjadi anjlok. Padahal, Batam termasuk dalam tiga daerah yang menjadi pintu masuk terbesar wisman ke Indonesia bersama Bali dan Jakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat merosotnya tingkat kunjungan wisman tersebut, terutama mulai April 2020. Dimana pada April 2020 tingkat kunjungan wisman hanya 1.133, turun 99,27 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 154.810 kunjungan. Pada Mei 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 1.798, turun 98,76 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 145.447 kunjungan.

Baca juga: Doulos Phos Bintan, Hotel Terapung di Kapal Pesiar Kuno

Kemudian pada Juni 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 1.785, turun 98,98 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 175.001 kunjungan. Pada Juli 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 1.754, turun 98,81 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 147.690 kunjungan. Pada Agustus 2020 tercatat kunjungan wisman hanya 1.505, turun 99,18 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 183.401 orang.

Kunjungan wisman pada Januari 2021 ke Kepri juga merosot hingga 52,03 persen dibandingkan Desember 2020. Pada Januari tercatat sebanyak 260 kunjungan, sedangkan pada Desember 2020 tercatat 542 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Januari 2020, terjadi penurunan sebesar 99,88 persen. (re)