Waduk Duriangkang Batam Jelang Pemberlakuan Tarif Pass Lintas Bagan-Punggur
Sejumlah pengendara melintas di jembatan Waduk Duriangkang atau pass lintas Bagan dan Punggur, Senin (1 Februari 2021).

BatamEkbiz.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menunda pemberlakuan tarif pass lintas Kampung Bagan, Tanjungpiayu-Punggur. Pengenaan tarif lintas Waduk Duriangkang ini rencananya berlaku mulai 1 Februari 2021, namun memicu keluhan masyarakat. Karena sangat membebani pengendara yang sering melintasi jembatan di Waduk Duriangkang tersebut.

“Akan kita revisi Perka-nya,” kata General Manager Sumber Daya Air BP Batam, Ibrahim, Senin (1/2/2021).

Pengenaan tarif itu tertuang dalam Perka Nomor 28 Tahun 2020 yang ditandatangani pada 29 Januari 2021. Adapun tarif yang ditetapkan untuk sekali melintas adalah Rp2.000 per kendaraan. Sementara jika berlangganan tarifnya Rp95 ribu per bulan.

Selain itu, BP Batam juga menetapkan tarif masuk kawasan waduk, untuk dewasa Rp7.500 (weekdays) dan Rp10 ribu (weekend). Sedangkan untuk anak-anak Rp3.000 (weekdays) dan Rp5.000 (weekend).

BP Batam sudah menyosialisasikan rencana pemberlakuan pass lintas bagi pengguna jalan yang melintasi Bagan-Punggur ini. Sosialisasi itu berlangsung di Kantor WTP Duriangkang, Jumat (29/1/2021) pukul 15.00 WIB.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar menjelaskan, penerapan tarif ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan membatasi penggunaan bendungan sebagai lalu lintas kendaraan. “Supaya lebih tertib, karena jumlah pengguna jalannya cukup banyak di Duriangkang,” katanya.

Pass lintas ini menghubungkan Kampung Bagan, Tanjungpiayu, Sei Beduk – Teluk Lengong, Punggur, Nongsa. Setiap harinya ribuan pengendara melintasi waduk ini. Mayoritas pengendara adalah warga Sei Beduk, Batuaji, dan Sagulung yang bekerja di kawasan industri Kabil.

Jarak tempuh perjalanan mereka ke perusahaan menjadi lebih pendek jika melalui Waduk Duriangkang. Dibanding harus melewati Simpang Kabil atau Kepri Mall.

Sementara pada Sabtu dan Minggu, kawasan ini menjadi salah satu pilihan jalur Gowes sejumlah komunitas sepeda di Batam. Jalurnya cukup menantang, berada di sekitar hutan dengan tanjakan dan turunan curam.

Baca juga: Hujan Buatan di Batam Difokuskan di Kawasan Waduk Duriangkang

Saat ini Waduk Duriangkang tengah melakukan pekerjaan pemasangan pagar pembatas di pinggir jembatan. Beberapa pekerja terlihat sibuk sejak beberapa hari lalu.

Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar di Batam yang menyediakan kebutuhan air bersih di Kota Batam. Waduk ini dibangun sejak 1990 dan mulai beroperasi pada 2001. (re)